Mengenai Saya
- PIK TOAK
- PIK TOAK merupakan kependekan dari pusat informasi dan konseling Titian obrolan anak kreatif, PIK TOAk merupakan PIK mahasiswa STIKES NU TUBAN prodi S1-keperawatan yang siap membantu mengatasi problem remaja saat ini,,,,
Blog Archive
-
▼
2012
(27)
-
▼
Januari
(22)
- Pemahaman Remaja Tentang HIV/AIDS Masih Minim
- Gantilah Pembalut Setiap 2-4 Jam
- 8 Mitos Seputar Edukasi Seks
- Makin Banyak Gadis Menunda Seks
- Edukasi Seks Sebaiknya Sejak Anak Dalam Kandungan
- Ajari Si Kecil Mengenal Bahaya HIV/AIDS
- Pendidikan Seks Untuk Anak Autis
- Bahaya Alkohol Kalahkan Kokain dan Heroin......
- Ketagihan Onani, Apa Dampaknya ???
- Pornografi Merusak Otak Anak
- Tanda-tanda Anak Mulai Puber
- Rokok Bisa Membunuh 8 Juta Orang per Tahun
- Kasus AIDS Tertinggi di Jawa Timur
- Pornografi Merusak Otak Anak
- 8 Mitos Seputar Edukasi Seks
- Seks Oral Sebabkan Kanker
- Membantu remaja memahami dirinya
- Faktor Penyebab Anak Berperilaku Agresif
- Psikologi Remaja, Karakteristik dan Permasalahannya
- Kepengurusan PIK TOAK 2012/2013
- PIK TOAK
- Pendidikan SEK Pada PAUD dan TK
-
▼
Januari
(22)
Minggu, 29 Januari 2012
Pemahaman Remaja Tentang HIV/AIDS Masih Minim
Pemahaman remaja tentang HIV/ AIDS masih sangat minim. Padahal, remaja termasuk kelompok usia yang rentan dengan perilaku berisiko.
Demikian terungkap dalam jumpa pers, Jumat (26/11) di Kementerian Pendidikan Nasional, Jakarta, terkait Peringatan Hari AIDS Sedunia 1 Desember 2010 yang tahun ini dikoordinasi Kementerian Pendidikan Nasional.
Deputi Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) Bidang Pengembangan Program Kemal Siregar mengatakan, salah satu indikator kinerja pengendalian HIV/AIDS ialah pengetahuan. Persentase perempuan dan laki-laki usia muda (15-24 tahun) yang mampu menjawab dengan benar cara-cara pencegahan penularan HIV serta menolak pemahaman yang salah mengenai penularan HIV baru 14,3 persen.
Persentase itu antara lain mengindikasikan belum banyak remaja yang menguasai dengan komprehensif dan benar tentang HIV/AIDS. Edukasi remaja menjadi penting karena remaja termasuk orang terinfeksi HIV. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, jumlah kasus AIDS (kumulatif) sampai Agustus 2010 dari semua umur 21.770 orang.
Direktur Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal Kementerian Pendidikan Nasional Hamid Muhammad mengatakan, edukasi HIV/AIDS selama ini diintegrasikan ke dalam kurikulum melalui Biologi dan Pendidikan Kesehatan Jasmani.
"Pekan depan akan ada review terhadap kurikulum dan pendidikan tentang HIV/AIDS dan lebih luas lagi soal reproduksi. Diusulkan agar lebih gamblang," ujarnya.
Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO Arief Rachman mengatakan, kekhawatiran tentang HIV/AIDS bukan berarti harus disikapi dengan membuat kurikulum khusus tentang hal itu. "Edukasi tentang HIV/AIDS dapat diintegrasikan ke kurikulum yang sudah ada. Yang tak kalah penting ialah sejauh mana integrasi itu benar-benar terjadi di sekolah," ujarnya.
Peringatan Hari AIDS Sedunia 2010 di Indonesia bertema Akses Pendidikan Universal dan Hak Asasi Manusia diikuti subtema Peningkatan Hak dan Akses Pendidikan untuk Semua guna menekan laju epidemis HIV di Indonesia dan tercapainya Tujuan Pembangunan Milenium.
Pada 1 Desember 2010 secara serentak para kepala sekolah akan membacakan amanat Menteri Pendidikan Nasional terkait AIDS yang diharapkan didengarkan oleh lebih dari 50 juta anak, remaja, dan pemuda.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar