Mengenai Saya
- PIK TOAK
- PIK TOAK merupakan kependekan dari pusat informasi dan konseling Titian obrolan anak kreatif, PIK TOAk merupakan PIK mahasiswa STIKES NU TUBAN prodi S1-keperawatan yang siap membantu mengatasi problem remaja saat ini,,,,
Blog Archive
-
▼
2012
(27)
-
▼
Januari
(22)
- Pemahaman Remaja Tentang HIV/AIDS Masih Minim
- Gantilah Pembalut Setiap 2-4 Jam
- 8 Mitos Seputar Edukasi Seks
- Makin Banyak Gadis Menunda Seks
- Edukasi Seks Sebaiknya Sejak Anak Dalam Kandungan
- Ajari Si Kecil Mengenal Bahaya HIV/AIDS
- Pendidikan Seks Untuk Anak Autis
- Bahaya Alkohol Kalahkan Kokain dan Heroin......
- Ketagihan Onani, Apa Dampaknya ???
- Pornografi Merusak Otak Anak
- Tanda-tanda Anak Mulai Puber
- Rokok Bisa Membunuh 8 Juta Orang per Tahun
- Kasus AIDS Tertinggi di Jawa Timur
- Pornografi Merusak Otak Anak
- 8 Mitos Seputar Edukasi Seks
- Seks Oral Sebabkan Kanker
- Membantu remaja memahami dirinya
- Faktor Penyebab Anak Berperilaku Agresif
- Psikologi Remaja, Karakteristik dan Permasalahannya
- Kepengurusan PIK TOAK 2012/2013
- PIK TOAK
- Pendidikan SEK Pada PAUD dan TK
-
▼
Januari
(22)
Rabu, 11 Januari 2012
Bahaya Alkohol Kalahkan Kokain dan Heroin......
Sebuah penelitian menyebutkan, alkohol tenyata menimbulkan dampak yang lebih buruk dibandingkan dengan dua jenis zat berbahaya lainnya, seperti heroin dan kokain.
Seperti yang dipublikasikan dalam jurnal the Lancet, pakar obat-obatan di Inggris yang tergabung dalam Independent Scientific Committee on Drugs (ISCD) memperkenalkan suatu metode baru dalam mengukur dampak buruk obat-obatan terlarang, baik terhadap individu maupun masyarakat.
Dalam laporan penelitiannya, Profesor David Nutt dari Imperial College London menganalisa bahwa alkohol layak disebut sebagai zat paling merusak di dunia setelah memperhitungkan dampaknya tarhadap individu dan sosial. Setelah alkohol, zat lainnya yang paling merusak adalah heroin dan kokain. Adapun ekstasi menempati peringkat kedelapan.
Profesor Nutt menulis laporan studi itu bersama pakar lain, seperti Dr Leslie King, penasihat European Monitoring Centre for Drugs and Drug Addiction (EMCDDA), dan Dr Lawrence Phillips dari London School of Economics and Political Science.
Dalam metode baru itu, Profesor Nutt menggunakan metode yang disebut multicriteria decision analysis (MCDA). Dalam metode itu dibuat sembilan kriteria dampak buruk bagi individu, serta tujuh kategori efek buruk untuk masyarakat.
Kategori dampak buruk bagi individu misalnya kematian, buruknya kualitas kesehatan, gangguan fungsi mental, rusaknya persahabatan, dan cedera. Adapun kategori dampak buruk bagi sosial seperti kejahatan, kerusaka lingkungan, konflik keluarga, dan penurunan dalam keterlibatan komunitas.
Heroin, kokain, dan crystal meth tercatat sebagai zat yang paling membahayakan bagi individu, sedangkan alkohol, heroin, dan kokain adalah zat yang paling merugikan bagi sosial.
Namun, setelah diperhitungkan dampaknya bagi individu dan masyarakat secara keseluruhan, alkohol tercatat tiga kali lebih membahayakan ketimbang kokain ataupun tembakau.
Badan Kesehatan Dunia, WHO, memperkirakan bahwa risiko yang berkaitan dengan penggunaan alkohol menyebabkan 2,5 juta kematian setiap tahunnya akibat penyakit jantung liver, kecelakaan lalu lintas, bunuh diri, dan kanker. Angka ini menyumbang 3,8 persen total kematian dan menempati peringkat tiga pemicu risiko kematian prematur dan kecacatan di dunia.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar