Mengenai Saya
- PIK TOAK
- PIK TOAK merupakan kependekan dari pusat informasi dan konseling Titian obrolan anak kreatif, PIK TOAk merupakan PIK mahasiswa STIKES NU TUBAN prodi S1-keperawatan yang siap membantu mengatasi problem remaja saat ini,,,,
Blog Archive
-
▼
2012
(27)
-
▼
Januari
(22)
- Pemahaman Remaja Tentang HIV/AIDS Masih Minim
- Gantilah Pembalut Setiap 2-4 Jam
- 8 Mitos Seputar Edukasi Seks
- Makin Banyak Gadis Menunda Seks
- Edukasi Seks Sebaiknya Sejak Anak Dalam Kandungan
- Ajari Si Kecil Mengenal Bahaya HIV/AIDS
- Pendidikan Seks Untuk Anak Autis
- Bahaya Alkohol Kalahkan Kokain dan Heroin......
- Ketagihan Onani, Apa Dampaknya ???
- Pornografi Merusak Otak Anak
- Tanda-tanda Anak Mulai Puber
- Rokok Bisa Membunuh 8 Juta Orang per Tahun
- Kasus AIDS Tertinggi di Jawa Timur
- Pornografi Merusak Otak Anak
- 8 Mitos Seputar Edukasi Seks
- Seks Oral Sebabkan Kanker
- Membantu remaja memahami dirinya
- Faktor Penyebab Anak Berperilaku Agresif
- Psikologi Remaja, Karakteristik dan Permasalahannya
- Kepengurusan PIK TOAK 2012/2013
- PIK TOAK
- Pendidikan SEK Pada PAUD dan TK
-
▼
Januari
(22)
Minggu, 15 Januari 2012
Edukasi Seks Sebaiknya Sejak Anak Dalam Kandungan
Psikolog dari Unika Soegijapranata Semarang Dwi Yanny Lukitaningsih menyatakan, pendidikan seks dapat dimulai sejak anak dalam kandungan melalui pola hidup dan perilaku seks yang tidak berlebihan dari kedua orangtuanya.
"Aktivitas seksual ketika istri sedang hamil muda harus dikontrol, jangan terlalu berlebihan ataupun ditekan, mengingat gairah seks ibu hamil muda cukup besar," ujarnya ketika memberikan pendidikan seksual di hadapan siswa SMP Keluarga, Kudus.
Menurut dia, aktivitas seksual kedua orangtuanya sangat berpengaruh terhadap psikologis anak ketika nanti lahir. "Jika selama dalam kandungan pola hidup kedua orangtuanya teratur dan tidak berlebihan, anaknya tentu memiliki kepribadian yang lebih baik dibandingkan perilaku orangtua yang pola hidupnya tidak teratur dan cenderung berlebihan," ujarnya.
Untuk itu, kata dia, pola hidup kedua orangtua harus dijaga dan dibiasakan sejak anak masih dalam kandungan. Ini perlu dilakukan karena sebagian besar psikologis anak saat dewasa dipengaruhi oleh sikap kedua orangtuanya.
Selain itu, lanjut dia, selama kehamilan, jangan pernah menggunjingkan orang lain atau mengumpat. Saat anak mengalami pertumbuhan, kata dia, orangtua harus tetap memerhatikan perkembangan kejiwaan anaknya dan jangan dibiarkan berperilaku sesukanya agar tumbuh sebagai pribadi yang berkualitas dan tidak berperilaku menyimpang.
Menurut dia, pendidikan seksual bagi pelajar harus diutamakan pada dampak negatif dari pasangan yang melakukan seks di luar nikah, seperti penyakit kelamin hingga kehamilan di luar nikah.
"Untuk menjaga anak agar tidak berperilaku seks menyimpang, tentu dibutuhkan peran keluarga dan lingkungan sekitar dalam memberikan pembelajaran yang positif," ujarnya.
Sementara itu, Presiden Rotary Club Kudus Stefanus JJ Batihalim mengungkapkan, pendidikan seks bagi pelajar tidak hanya dilakukan di SMP Keluarga. Sekolah lain juga akan diajak kerja sama melakukan kegiatan serupa.
"Setiap anak muda tentunya memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan seks secara akurat dan seimbang," ujarnya.
Dengan adanya pendidikan seks tersebut, para pelajar diharapkan memahami dan mengerti peran jenis kelaminnya. "Paling tidak, perilaku seks menyimpang hingga menimbulkan kehamilan di luar nikah juga bisa dicegah karena mengetahui dampak buruknya," ujarnya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar