Mengenai Saya
- PIK TOAK
- PIK TOAK merupakan kependekan dari pusat informasi dan konseling Titian obrolan anak kreatif, PIK TOAk merupakan PIK mahasiswa STIKES NU TUBAN prodi S1-keperawatan yang siap membantu mengatasi problem remaja saat ini,,,,
Blog Archive
-
▼
2012
(27)
-
►
Januari
(22)
- Pemahaman Remaja Tentang HIV/AIDS Masih Minim
- Gantilah Pembalut Setiap 2-4 Jam
- 8 Mitos Seputar Edukasi Seks
- Makin Banyak Gadis Menunda Seks
- Edukasi Seks Sebaiknya Sejak Anak Dalam Kandungan
- Ajari Si Kecil Mengenal Bahaya HIV/AIDS
- Pendidikan Seks Untuk Anak Autis
- Bahaya Alkohol Kalahkan Kokain dan Heroin......
- Ketagihan Onani, Apa Dampaknya ???
- Pornografi Merusak Otak Anak
- Tanda-tanda Anak Mulai Puber
- Rokok Bisa Membunuh 8 Juta Orang per Tahun
- Kasus AIDS Tertinggi di Jawa Timur
- Pornografi Merusak Otak Anak
-
►
Januari
(22)
Kamis, 26 April 2012
STRES
Stress bisa diakibatkan oleh banyak faktor baik itu internal
(dalam diri) maupun ekternal (dari faktor luar). Dan diantara beberapa faktor
yang sering menjadi stress bagi sebagian besar orang diantaranya adalah
Kematian pasangan hidup, Perceraian, terpisah jarak dengan keluarga, menjalani
masa tahanan, kematian keluarga dekat, sakit berat, menjelang pernikahan.
Di lain itu masih banyak penyebab stress dalam hidup
sehari-hari yang mana bila tak ditangani dengan baik bisa membuat anda tertekan
dan merasa terpuruk yang berkepanjangan. Tentu selain buruk bagi kesehatan
fisik, juga bisa mengancam kesehatan mental. Tak jarang orang yang tingkat
stressnya terlalu tinggi dan tak bisa mengatasinya, pada akhirnya jadi gila.
Berikut adalah beberapa kiat atau tips cara mencegah dan
mengatasi stress yang perlu dicoba bagi anda yang sedang mengalami stress
1. Relaksasi
Anda perlu merasa
relaks untuk melemaskan otot syaraf, bisa dilakukan dengan yoga/meditasi,
membaca kitab suci, pijat, atau mendengar alunan musik yang menenangkan.
2. Olahraga
Berolahraga secara
teratur bisa menurunkan stress dan meningkatkan rasa percaya diri anda selain
itu juga meningkatkan kekebalan tubuh dan mencegah penyakit.
3. Bersikaplah tegas
dan punya prinsip
Kadangkala stress
berakibat dari sikap kita yang tidak bisa bersikap tegas dan berani mengatakan
“tidak” pada pemintaan orang lain. Entah itu dengan alasan, sungkan, malu, dll.
Pada akhirnya, kita merasa terjebak dengan hal tersebut dan merasa tidak
berdaya, bahkan merasa seperti diperalat orang lain tanpa bisa melakukan
perlawanan. Lain kali, apabila anda merasa tidak sanggup menerima permintaan
orang lain, cobalah berani mengatakan tidak, tentunya dengan bahasa dan alasan
yang sopan agar tidak membuat tersinggung.
4. Konsumsi suplemen
yang bisa memerangi stress
Diantaranya vitamin
C, Asam Lemak Omega 3, Lycopene, Coenzyme Q10.
5. Curhat
Curhat atau
menceritakan masalah yang kita hadapi pada orang lain yang dipercaya seringkali
mampu mengurangi beban stress kita. Bahkan, apabila teman curhat kita mampu
memberi solusi yang tepat, bisa bisa rasa stress yang melanda kita hilang
seketika.
6. Jalan-jalan atau
rekreasi
Jalan-jalan bersama
sahabat atau keluarga juga bisa menjadi obat stress yang cukup ampuh. Karena
pikiran kita akan terpecah dan tidak terfokus pada masalah yang melanda.
Jadinya, beban stress yang mendera tak akan terasa buntu dan mengganjal di
pikiran.
7. Lakukan hobi anda
Bila anda hobi
memancing atau berenang misalnya, segera lakukan hobi tersebut bila stress
datang. Biar bebannya tak terasa lebih berat.
8. Senggama bersama
pasangan
Ini khusus bagi yang
sudah menikah, bersenggama dengan pasangan adalah obat stress yang mujarab
untuk meredakan stress dan rasa amarah.
9. Istirahat yang
cukup
10. Menonton video
yang lucu lucu
Melihat tontonan yang
lucu lucu bisa membuat kita tersenyum dan ketawa yang mana itu juga meruapakan
obat stress yang mujarab. Anda bisa menemukannya dengan mudah di Youtube.
11. Mandi
Mandi atau berendam
dalam bak mandi bisa menyegarkan badan dan pikiran kita sehingga kepala tak
lagi merasa cenut-cenut akibat stress.
12. Berdo’a kepada
Tuhan Yang Maha Esa
Jangan lupa berdo’a
dan menumpahkan segala keluh kesah kepada sang pencipta alam semesta. Mintalah
petunjuk untuk bisa segera terlepas dari lilitan masalah yang melanda.
Stress memang tak terlihat, namun efeknya sangat luar biasa
buruk bagi kita. Maka, anda hilangkan stress dengan menerapkan tips Cara
Mengatasi Stress yang saya sharing di atas, semoga bisa mengatasi rasa stress
yang melanda anda. Dan kembali menjadi pribadi yang ceria, penuh semangat dan
tak mudah terpuruk. Salam sukses selalu buat anda. Stress bisa diakibatkan oleh
banyak faktor baik itu internal (dalam diri) maupun ekternal (dari faktor
luar). Dan diantara beberapa faktor yang sering menjadi stress bagi sebagian
besar orang diantaranya adalah Kematian pasangan hidup, Perceraian, terpisah
jarak dengan keluarga, menjalani masa tahanan, kematian keluarga dekat, sakit
berat, menjelang pernikahan.
Di lain itu masih banyak penyebab stress dalam hidup
sehari-hari yang mana bila tak ditangani dengan baik bisa membuat anda tertekan
dan merasa terpuruk yang berkepanjangan. Tentu selain buruk bagi kesehatan
fisik, juga bisa mengancam kesehatan mental. Tak jarang orang yang tingkat
stressnya terlalu tinggi dan tak bisa mengatasinya, pada akhirnya jadi gila.
Berikut adalah beberapa kiat atau tips cara mencegah dan
mengatasi stress yang perlu dicoba bagi anda yang sedang mengalami stress :
1. Relaksasi
Anda perlu merasa
relaks untuk melemaskan otot syaraf, bisa dilakukan dengan yoga/meditasi,
membaca kitab suci, pijat, atau mendengar alunan musik yang menenangkan.
2. Olahraga
Berolahraga secara
teratur bisa menurunkan stress dan meningkatkan rasa percaya diri anda selain
itu juga meningkatkan kekebalan tubuh dan mencegah penyakit.
3. Bersikaplah tegas
dan punya prinsip
Kadangkala stress
berakibat dari sikap kita yang tidak bisa bersikap tegas dan berani mengatakan
“tidak” pada pemintaan orang lain. Entah itu dengan alasan, sungkan, malu, dll.
Pada akhirnya, kita merasa terjebak dengan hal tersebut dan merasa tidak
berdaya, bahkan merasa seperti diperalat orang lain tanpa bisa melakukan
perlawanan. Lain kali, apabila anda merasa tidak sanggup menerima permintaan
orang lain, cobalah berani mengatakan tidak, tentunya dengan bahasa dan alasan
yang sopan agar tidak membuat tersinggung.
4. Konsumsi suplemen
yang bisa memerangi stress
Diantaranya vitamin
C, Asam Lemak Omega 3, Lycopene, Coenzyme Q10.
5. Curhat
Curhat atau
menceritakan masalah yang kita hadapi pada orang lain yang dipercaya seringkali
mampu mengurangi beban stress kita. Bahkan, apabila teman curhat kita mampu
memberi solusi yang tepat, bisa bisa rasa stress yang melanda kita hilang
seketika.
6. Jalan-jalan atau
rekreasi
Jalan-jalan bersama
sahabat atau keluarga juga bisa menjadi obat stress yang cukup ampuh. Karena
pikiran kita akan terpecah dan tidak terfokus pada masalah yang melanda.
Jadinya, beban stress yang mendera tak akan terasa buntu dan mengganjal di
pikiran.
7. Lakukan hobi anda
Bila anda hobi
memancing atau berenang misalnya, segera lakukan hobi tersebut bila stress
datang. Biar bebannya tak terasa lebih berat.
8. Senggama bersama
pasangan
Ini khusus bagi yang
sudah menikah, bersenggama dengan pasangan adalah obat stress yang mujarab
untuk meredakan stress dan rasa amarah.
9. Istirahat yang
cukup
10. Menonton video
yang lucu lucu
Melihat tontonan yang
lucu lucu bisa membuat kita tersenyum dan ketawa yang mana itu juga meruapakan
obat stress yang mujarab. Anda bisa menemukannya dengan mudah di Youtube.
11. Mandi
Mandi atau berendam
dalam bak mandi bisa menyegarkan badan dan pikiran kita sehingga kepala tak
lagi merasa cenut-cenut akibat stress.
12. Berdo’a kepada
Tuhan Yang Maha Esa
Jangan lupa berdo’a
dan menumpahkan segala keluh kesah kepada sang pencipta alam semesta. Mintalah
petunjuk untuk bisa segera terlepas dari lilitan masalah yang melanda.
Stress memang tak terlihat, namun efeknya sangat luar biasa
buruk bagi kita. Maka, anda hilangkan stress dengan menerapkan tips Cara
Mengatasi Stress yang saya sharing di atas, semoga bisa mengatasi rasa stress
yang melanda anda. Dan kembali menjadi pribadi yang ceria, penuh semangat dan
tak mudah terpuruk. Salam sukses selalu buat anda.
Berikut ada beberapa tips, 10 Cara Mengatasi Stress:
1. Berpikir Positif
Optimisme dapat menangkal dampak negatif stres, ketegangan
dan kecemasan telah di sistem kekebalan tubuh Anda dan kesejahteraan. Sangat
penting untuk mengelilingi diri dengan orang-orang positif. Getaran negatif
dari teman-teman dan rekan kerja dapat menyebar, sehingga sulit bagi Anda untuk
bersantai. Lihatlah situasi tertentu berbeda. Mungkin cara Anda mencari mungkin
menyebabkan tekanan yang banyak.
2. Tidur
Aktivitas ini bisa dibilang efektif. Mendapatkan tidur
nyenyak yang cukup memiliki dampak besar pada tingkat stres Anda. Fungsi
kekebalan dan ketahanan terhadap penyakit pun bangkit.
Tidur tidak hanya mengurangi tingkat pemulihan Anda. Tapi
ingat, ini bsia juga meningkatkan tingkat stres dalam tubuh Anda jika kadarnya
berlebih. Jadi, jangan kesiangan karena ini akan membuat Anda bertambah lesu.
3. Tertawa
Tawa luka stres dan mempromosikan relaksasi. Itu, pada
gilirannya, membantu sel-sel kekebalan tubuh berfungsi lebih baik. Temukan
humor dalam hal-hal dan terlibat dalam aktivitas yang membuat Anda tertawa
untuk meningkatkan fungsi kekebalan tubuh dan ketahanan terhadap penyakit.
4. Olahraga
Latihan akan merevitalisasi tubuh dan pikiran Anda dan Anda
akan siap untuk menghadapi apa pun. Olahraga teratur dan aktivitas fisik tidak
hanya memperkuat sistem kekebalan tubuh, sistem kardiovaskular, jantung, otot
dan tulang, tetapi juga membantu dalam manajemen stres dengan menyediakan
gangguan dari situasi stres dan meningkatkan endorfin (merasa-baik tubuh
kimia).
Penelitian menunjukkan bahwa 20 menit setiap hari adalah
semua yang diperlukan untuk pengalaman manfaat. Jadi mendapatkan beberapa
memompa darah dan melepaskan beberapa endorfin.
5. Meditasi
Meditasi sangat bagus tidak hanya untuk menghilangkan stres,
tetapi juga untuk relaksasi otot. Penelitian telah menunjukkan bahwa meditasi
dapat membantu dalam menurunkan tekanan darah.
Cobalah mulai sekarang renungkan untuk memanggil energi
positif. Caranya mudah, cukup hanya mengambil nafas panjang dan mengosongkan
pikiran Anda. Lakukan meditasi10 menit saja dan reguk manfaatnya.
6. Dengarkan Musik
Apakah Anda terjebak dalam kemacetan lalu lintas atau bersiap
untuk hari yang berat di tempat kerja, mendengarkan musik favorit Anda
merupakan metode yang bagus untuk mengurangi stres dan menghilangkan kecemasan.
Musik yang menenangkan dapat memiliki efek relaksasi pada
gelisah, tegang pikiran. Hal ini juga dapat menurunkan tekanan darah,
memperlambat pernapasan dan detak jantung. Cari tahu apa jenis musik yang bisa
membantu Anda bekerja yang terbaik dan kemudian membuat koleksi musik untuk
membantu Anda rileks dan merasa baik.
7. Pandai-pandailah bersyukur
Bersyukur merupakan cara yang paling ampuh dalam mengatasi
stress, bagaimana tidak. karena pada umumnya orang mengalami stress karena
tidak kuat dengan apa yang telah terjadi atau keadaan yang menimpanya. Dengan
bersyukur kita akan senantiasa ingat bahwa segala sesuatu yang kita peroleh
merupakan pemberian dari ALLAH SWT dan seyogyanya kita terima dan kita kerjakan
dengan rasa ikhlas.
8. Libatkan indera Anda
Aroma tertentu dapat memiliki efek, menenangkan relaksasi
pada keadaan pikiran Anda. Anda dapat mencoba menempatkan lilin lavender, lemon
atau chamomile beraroma di sekitar rumah atau kantor Anda. Anda juga dapat
menggunakan salah satu dari aroma di kamar mandi Anda.
9. Minum teh hijau
Teh hijau mengandung asam amino, Theanine, yang membantu
dalam produksi dan pelepasan bahan kimia yang disebut Dopamin. Kedua Dopamin
dan Theanine merangsang perasaan kesejahteraan di dalam tubuh. Namun, kafein
dapat memperburuk respon stres, jadi hindari minuman berkafein
10. Pijat
Pijat seluruh tubuh membantu untuk melepaskan ketegangan dan
rasa sakit dari stres otot tegang. Jika Anda tidak pernah mengalami pijat, Anda
akan kehilangan salah satu hal paling indah dalam hidup.
Manajemen stres adalah kemampuan penggunaan sumber daya
(manusia) secara efektif untuk mengatasi gangguan atau kekacauan mental dan
emosional yang muncul karena tanggapan (respon). Tujuan dari manajemen stres
itu sendiri adalah untuk memperbaiki kualitas hidup individu itu agar menjadi
lebih baik. (id.wikipedia.org)
Saya lebih senang
menyebut Manajemen stres adalah kecakapan menghadapi tantangan dengan cara
mengendalikan tanggapan secara proporsional.•
- Stres adalah reaksi
dari tubuh (respon) terhadap lingkungan yang dapat memproteksi diri kita dan
bagian dari sistem pertahahan yang membuat kita tetap hidup. (Erica ,
all-about-stress.com)•
- Stres sudah ada
sejak kita dalam kandungan dan tak pernah lepas dari kehidupan kita
Oleh Karenanya sangat
menjadi penting untuk kita mengenali sumber stress dan kelolalah stres tersebut
B. Macam – Macam
Stress.
a.Stres fisik,
disebabkan oleh suhu atau temperatur yang terlalu tinggi ataurendah, suara amat
bising, sinar yang terlalu terang, atau tersengat arus listrik.
b.Stres kimiawi,
disebabkan oleh asam-basa kuat, obat-obatan, zat beracun,hormone, atau gas.
c.Stres
mikrobiologik, disebabkan oleh virus, bakteri, atau parasit yangmenimbulkan
penyakit.
d.Stres fisiologik,
disebabkan oleh gangguan struktur, fungsi jaringan, organ,atau sistemik
sehingga menimbulkan fungsi tubuh tidak normal.
e.Stres proses
pertumbuhan dan perkembangan, disebabkan oleh gangguan pertumbuhan dan
perkembangan pada masa bayi hingga tua.
f.Stres psikis/
emosional, disebabkan oleh gangguan hubungan interpersonal,sosial, budaya, atau
keagamaan
C. Sumber Stress.
Ada 3 sumber utama
bagi stress, yaitu :
1. Lingkungan
Lingkungan kehidupan
memberi berbagai tuntutan penyesuaian diri,diantaranya :
a.Cuaca, kebisingan,
kepadatan,
b.Tekanan waktu,
standard prestasi, berbagai ancaman terhadap rasaaman dan harga diri
c.Tuntutan hubungan
antar pribadi, penyesuaian diri dengan teman, pasangan, dan perubahan keluarga.
2. Fisiologik ~ dari
tubuh kita seperti antara lain :
a. Perubahan kondisi
tubuh: masa remaja, haid, hamil, meno/andropause, proses menua, kecelakaan,
kurang gizi, kurang tidur >tekanan terhadaptubuh.
b. Reaksi tubuh :
reaksi terhadap ancaman dan perubahan lingkunganmengakibatkan perubahan pada
tubuh kita, menimbulkan stress.
3. Pikiran kita ~
pemaknaan diri dan lingkungan.
Pikiran
menginterpretasi dan menerjemahkan pengalaman perubahan danmenentukan kapan
menekan tombol panik. Bagaimana kita memberi maknaatau label pada pengalaman
dan antisipasi ke depan, bisa membuat kita relaxatau stress.
D. Cara mengatasi
Stress.
1. Ringkasan
Penilaian Diri
Mengidentifikasi
tanda-tanda dan gejala-gejala yang muncul dari aktivitasrespon stres anda akan
membantu anda memonitor reaksi anda terhadap tuntutandan tekanan yang akan
dihadapi. Tanda-tanda dan gejala ini menjadi indikator bagi anda untuk
mengatasinya. Gunakan ini sebagai alat untuk merefleksikan apa yang mungkin
menjadi penyebab stres anda.
2. Mengembangkan
Kemampuan Antisipasi Masalah
Didalam bekerja kita
mengukur apa yang terjadi selanjutnya dan bebandan tuntutan apa yang
menyebabkan stres bagi anda. dari pengalaman kerja anda dapat melakukan
antisipasi untuk engatasi masalah anda.
Selanjutnya andaharus
menyusun rencana untuk mengatasi setiap masalah denganmempertimbangkan akibat
yang diterima dari tuntutan.
3.Mengubah Tuntutan
Mengubah tuntutan dapat dilakukan dengan mengurangi tuntutan
ataumeningkatkan tuntutan. Hal ini dilakukan berdasarkan
pengalaman-pengalamanterdahulu yang menyebabkan anda stres.
Jika anda merasa stres mengaruhi pelajaran anda,
langkah pertama adalah mencari bantuan melalui pusat
koseling di sekolah anda.
Manajemen stres adalah kemampuan untuk mengendalikan diri
ketika situasi, orang-orang, dan kejadian-kejadian yang ada memeberi tuntutan
yang berlebihan. Apa yang dapat anda lakukan untuk mengatur stres anda?
Strategi-strategi apa yang ada?
Perhatikan lingkunga sekitar anda
Lihatlah mungkin ada
sesuatu yang benar-benar dapat anda ubah atau kendalikan dalam situasi
tersebut.
Belajarlah cara terbaik untuk merelaksasikan diri anda
Meditasi dan latihan
pernafasan telah terbukti efektif dalam mengendalikan stress. Berlatihlah untuk
menjernihkan pikiran anda dari pikiran-pikiran yang menggangu.
Jauhkan diri anda dari situasi-situasi yang menekan
Beri diri anda kesempatan untuk beristirahat biarpun hanya
untuk beberapa saat setiap hari.
Tentukan tujuan yang realistis bagi diri anda sendiri
Dengan mengurangi
jumlah kejadian-kejadian yang terjadi dalam hidup anda, anda akan dapat mengurangi
beban yang berlebihan.
Jangan mempermasalahkan hal-hal yang sepele
Cobalah untuk memprioritaskan beberpa hal yang benar-benar
penting dan biarkan yang lainnya mengikuti.
Jangan membebani diri anda secara berlebihan
dengan mengeluh
mengenai seluruh beban kerja anda. Tangani setiap tugas sebagaimana mestinya,
atau tangani secara selektif dengan memperhatikan beberapa prioritas.
Secara selektif ubahlah cara anda bereaksi
Tapi jangan terlalu banyak sekaligus. Fokuskan pada satu
masalah dan kendalikan reaksi anda terhadap hal ini.
Ubahlah cara pandang anda
Belajarlah untuk
mengenali stress. Tingkatkan reaksi tubuh anda dan buatlah pengaturan diri
terhadap stress.
Hindari reaksi yang berlebihan;
Mengapa harus
membenci jika sedikit tidak suka sudah cukup? Mengapa harus merasa bingung jika
cukup dengan hanya merasa gugup? Mengapa harus mengamuk jika marah saja sudah
cukup? Mengapa harus depresi ketika cukup dengan merasa sedih?
Lakukan sesuatu untuk orang lain
Untuk melepaskan
pikiran dari masalah anda sendiri.
Tidur secukupnya
Kurang istirahat
hanya akan memperburuk stress.
Hindari stress
Dengan
kegiatan-kegiatan fisik, misalnya jogging, tennis ataupun berkebun.
Hindari pengobatan diri sendiri atau menghindar
Alkohol dan obat-obatan dapat menyembunyikan stres. Namun
tidak dapat membantu memecahkan masalah.
Tingkatkan ketahanan diri anda
Yang harus
digarisbawahi dari manajemen stress adalah ?Saya membuat diri saya sendiri
sedih?
Cobalah untuk ?memanfaatkan? stress
Jika anda tidak dapat
melawan apa yang mengganggu anda, dan anda tidak dapat menghindar darinya,
berjalanlah seiring dengannya dan cobalah untuk memanfaatkannya secara
produktif.
Cobalah untuk menjadi seseorang yang positif
Tanamkan pada diri anda bahwa anda dapat mengatasi segala
sesuatu dengan baik daripada hanya memikirkan betapa buruknya segala sesuatu
yang terjadi. ?Stress sebenarnya dapat membantu ingatan, terutama pada ingatan
jangka pendek dan tidak terlalu kompleks. Stress dapat menyebabkan peningkatan
glukosa yang menuju otak, yang memberikan energi lebih pada neuron. Hal ini,
sebaliknya, meningkatkan pembentukan dan pengembalian ingatan. Di sisi lain,
jika stress terjadi secara terus-menerus, dapat menghambat pengiriman glukosa
dan mengganggu ingatan.? All Stress Up, St. Paul Pioneer Press Dispatch, hal
8B, Senin, 30 November 1998.
Yang terpenting, jika stress menempatkan anda dalam keadaan
yang tidak teratasi atau mengganggu kegiatan sekolah anda, kehidupan sosial
ataupun kehidupan kerja,
carilah bantuan ahli di pusat konseling sekolah anda
Minggu, 04 Maret 2012
foto kegiatan PIK TOAK

penyuluhan di MI Montong Tuban
siaran radio di 108,0MHz baburrohmah FM
bersih-bersih ruangan
Siaran bersama ustadz gholib
Kamis, 16 Februari 2012
Mendaki Gunung
Seorang bocah mengisi waktu luang dengan kegiatan mendaki gunung bersama ayahnya. Entah mengapa, tiba-tiba si bocah tersandung akar pohon dan jatuh. "Aduhh!" jeritannya memecah keheningan suasana pegunungan. Si bocah amat terkejut, ketika ia mendengar suara di kejauhan menirukan teriakannya persis sama, "Aduhh!"
Dasar anak-anak, ia berteriak lagi, "Hei! Siapa kau?" Jawaban yang terdengar, "Hei! Siapa kau?" Lantaran kesal mengetahui suaranya selalu ditirukan, si anak berseru, "Pengecut kamu!" Lagi-lagi ia terkejut ketika suara dari sana membalasnya dengan umpatan serupa. Ia bertanya kepada sang ayah, "Apa yang terjadi?"
Dengan penuh kearifan sang ayah tersenyum, "Anakku, coba perhatikan." Lelaki itu berkata keras, "Saya kagum padamu!" Suara di kejauhan menjawab, "Saya kagum padamu!" Sekali lagi sang ayah berteriak "Kamu sang juara!" Suara itu menjawab, "Kamu sang juara!"
Sang bocah sangat keheranan, meski demikian ia tetap belum mengerti. Lalu sang ayah menjelaskan, "Suara itu adalah GEMA, tapi sesungguhnya itulah KEHIDUPAN."
Kehidupan memberi umpan balik atas semua ucapan dan tindakanmu. Dengan kata lain, kehidupan kita adalah sebuah pantulan atau bayangan atas tindakan kita. Bila kamu ingin mendapatkan lebih banyak cinta di dunia ini, ya ciptakan cinta di dalam hatimu. Bila kamu menginginkan tim kerjamu punya kemampuan tinggi, ya tingkatkan kemampuan itu. Hidup akan memberikan kembali segala sesuatu yang telah kau berikan kepadanya. Ingat, hidup bukan sebuah kebetulan tapi sebuah bayangan dirimu
7 Jenis Motivasi: Mana Yang Menginspirasi Anda?
Motivasi bisa dianggap sebagai dorongan untuk melakukan sesuatu. Motivasi bisa bertindak sebagai bahan bakar yang memberikan Anda kekuatan untuk mewujudkan impian. Motivasi dapat membuat orang biasa melakukan tugas-tugas yang luar biasa. Individu yang berbeda merasa termotivasi melalui cara yang berbeda pula. Beberapa orang menyukai penghormatan dan memperoleh motivasi dari itu, sementara yang lain memakai uang sebagai faktor yang memotivasi. Motivasi diperlukan dalam profesional juga dalam kehidupan berkeluarga.
Kita mungkin tidak menyadari betapa banyak teknik motivasi yang bisa digunakan untuk memotivasi rekan kerja, karyawan, anak-anak, diri sendiri bahkan pasangan hidup kita, untuk membuat perubahan atau untuk “berjalan” pada arah yang benar. Berbagai jenis motivasi tentunya untuk berbagai jenis orang, yang pada dasarnya terdapat 7 jenis motivasi, seperti termuat dalam Lifemojo.
1. Motivasi prestasi
Orang dengan tipe motivasi ini fokus pada pencapaian tujuan. Motivasi ini membentuk dasar bagi kehidupan yang baik, memberikan motivasi kepribadian dinamis dan menghormati diri sendiri. Orang biasanya menetapkan target yang dicapai tidak terlalu sulit dalam pencapaian. Dengan melakukan ini, mereka memastikan melakukan tugas-tugas yang bisa mereka capai.
2. Motivasi peningkatan diri.
Jika Anda tidak mendapatkan motivasi dari luar, temukan motivasi dari diri sendiri. Motivasi diri adalah kemampuan untuk memenuhi keinginan, harapan, atau tujuan tanpa dipengaruhi oleh orang lain. Motivasi diri penting untuk mencapai kesuksesan dalam pekerjaan dan kehidupan pribadi. Menurut hirarki kebutuhan Maslow, orang memiliki kebutuhan manusia diatur dalam tangga lima langkah. Sebelum lebih tinggi tingkat kebutuhan diaktifkan, tingkat kebutuhan lebih rendah harus dipenuhi. Dalam urutan, kebutuhan bersifat fisiologis, keamanan, sosial, harga diri, dan aktualisasi diri.
3. Motivasi ekstrinsik.
Bentuk motivasi yang memanifestasikan dirinya positif serta negatif. Motivasi positif muncul dalam bentuk hadiah atau mengobati, dan dapat dinyatakan dalam arti negatif dengan cara memeras atau mengancam. Motivas ekstrinsik berlaku pada kedua kasus dan efektif.
4. Motivasi takut.
Ketakutan juga merupakan salah satu motivasi. Kita “takut” mengemudi di sisi jalan yang salah. Kita takut berjalan terlalu dekat dengan tepi tebing. Kita takut bahan kimia beracun. Ketakutan ini memotivasi kita untuk membuat keputusan yang baik soal keselamatan kita. Tapi jangan biarkan menjadi kebiasaan yang dapat mengendalikan kita. Jika kita tidak bisa melawan dengan cara positif, lakukan secara kreatif.
5. Motivasi investasi.
Penting untuk menginvestasikan diri secara fisik, emosional, dan finansial dalam suatu tugas. Semakin diinvestasikan dalam suatu tugas, semakin besar kemungkinan ia akan mampu melakukan pekerjaan dengan baik dan lengkap. Contohnya, jika mimpi menjadi seorang penyanyi, ia harus memiliki komitmen togal dalam mencapai tujuan ini. Ia perlu bekerja keras pada apa yang ingin dicapai.
6. Motivasi sosial.
Banyak orang menganggap kehidupan sosial mereka sebagai motivasi terbesar mereka. Teman-teman mereka adalah motivator terbaik mereka. Ide untuk diterima di antara sekelompok orang adalah motivasi untuk mencapai tujuan hidup. Penelitian menunjukkan bahwa siswa cenderung dipengaruhi motivasi sosial untuk melakukan tugas-tugas seperti itu untuk menyenangkan orang-orang yang mereka kagumi atau hormati.
7. Motivasi sikap.
Jika Anda berpikir positif, Anda bisa mencapai hal-hal yang kadang dianggap tidak realistis oleh orang lain. Sikap positif membantu Anda membangun hubungan yang kuat dan tetap termotivasi. Jika Anda memiliki tujuan dalam pikiran namun kurang motivasi, cobalah miliki sikap positif. Ini akan menaikkan motivasi Anda sendiri.
Motivasi bisa datang dari orang yang Anda cintai, teman sebaya, guru, atau dari teman di komunitas. Tapi tahukah Anda siapa motivator terbesar? Anda sendiri! Anda adalah orang yang memiliki tujuan dalam pikiran dan Andalah yang harus mewujudkan mimpi. Orang yang dekat dengan Anda dan objek dari keinginan Anda hanya memberikan masukan inspirasi bagi Anda. Sisanya tergantung pada Anda dan tindakan Anda.
source : kaskus.us
Label:
motivasi
|
0
komentar
Rabu, 15 Februari 2012
IUD, Kontrasepsi Paling Aman dan Efektif
American College of Obstetricians and Gynecologist menyatakan kontrasepsi jangka panjang, terutama intra uterine device dan implan, sebagai alat kontrasepsi yang paling aman dan efektif untuk perempuan usia produktif.
Intra uterine device (IUD) atau awam menyebutnya spiral adalah alat plastik kecil yang terbungkus dengan kabel tembaga. Alat berbentuk "T" ini menghambat kehamilan dengan mencegah bertemunya sel sperma dan sel telur dengan cara menghentikan jalan sperma ke tuba falopi atau dengan mengganti jalan uterus sehingga telur yang matang tidak dapat dibuahi.
Sesuai tipenya, IUD dapat digunakan secara efektif dalam jangka waktu 5-10 tahun tanpa harus diganti. Bentuknya cukup kecil sehingga ginekolog dapat memasukkan alat ini ke dalam uterus dengan prosedur yang mudah.
Sementara itu, implan berbentuk kecil seperti batang korek api yang dimasukkan ke bawah kulit di bagian lengan. Implan akan mengeluarkan sejumlah hormon penekan ovulasi hingga tiga tahun. Akseptor KB juga bisa dengan mudah hamil kembali setelah alat implan ini dicabut.
Selain efektif, para dokter ginekolog juga menyatakan risiko efek samping dari kedua alat kontrasepsi ini terbilang kecil. Risiko kehamilan dari penggunaan implan hanya sekitar 0,05 persen.
Rekomendasi baru yang dikeluarkan American College of Obstetricians and Gynecologist ini menggantikan pedoman lama yang dikeluarkan Januari 2005. Pada saat itu dinyatakan hanya wanita yang sudah melahirkan dan memiliki risiko penularan penyakit seksual saja yang disarankan untuk memakai IUD. Kendati demikian, banyak akseptor yang tidak termasuk dalam kriteria tersebut tetap memilih IUD dan implan.
Setiap metode kontrasepsi memiliki efek samping, termasuk dengan IUD. Menurut para ahli dari Mayo Clinic, IUD bisa menimbulkan efek samping sakit kepala, berat badan bertambah, perubahan mood, serta rasa nyeri dan jumlah darah haid lebih banyak. Perdarahan yang terlalu lama juga bisa menyebabkan anemia.
Efek samping lain yang dicatat antara lain nyeri saat berhubungan seks dan inflamasi di bagian vagina. Efek samping tersebut akan berkurang atau menghilang seiring dengan lamanya alat KB ini digunakan.
Minggu, 29 Januari 2012
Pemahaman Remaja Tentang HIV/AIDS Masih Minim
Pemahaman remaja tentang HIV/ AIDS masih sangat minim. Padahal, remaja termasuk kelompok usia yang rentan dengan perilaku berisiko.
Demikian terungkap dalam jumpa pers, Jumat (26/11) di Kementerian Pendidikan Nasional, Jakarta, terkait Peringatan Hari AIDS Sedunia 1 Desember 2010 yang tahun ini dikoordinasi Kementerian Pendidikan Nasional.
Deputi Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) Bidang Pengembangan Program Kemal Siregar mengatakan, salah satu indikator kinerja pengendalian HIV/AIDS ialah pengetahuan. Persentase perempuan dan laki-laki usia muda (15-24 tahun) yang mampu menjawab dengan benar cara-cara pencegahan penularan HIV serta menolak pemahaman yang salah mengenai penularan HIV baru 14,3 persen.
Persentase itu antara lain mengindikasikan belum banyak remaja yang menguasai dengan komprehensif dan benar tentang HIV/AIDS. Edukasi remaja menjadi penting karena remaja termasuk orang terinfeksi HIV. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, jumlah kasus AIDS (kumulatif) sampai Agustus 2010 dari semua umur 21.770 orang.
Direktur Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal Kementerian Pendidikan Nasional Hamid Muhammad mengatakan, edukasi HIV/AIDS selama ini diintegrasikan ke dalam kurikulum melalui Biologi dan Pendidikan Kesehatan Jasmani.
"Pekan depan akan ada review terhadap kurikulum dan pendidikan tentang HIV/AIDS dan lebih luas lagi soal reproduksi. Diusulkan agar lebih gamblang," ujarnya.
Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO Arief Rachman mengatakan, kekhawatiran tentang HIV/AIDS bukan berarti harus disikapi dengan membuat kurikulum khusus tentang hal itu. "Edukasi tentang HIV/AIDS dapat diintegrasikan ke kurikulum yang sudah ada. Yang tak kalah penting ialah sejauh mana integrasi itu benar-benar terjadi di sekolah," ujarnya.
Peringatan Hari AIDS Sedunia 2010 di Indonesia bertema Akses Pendidikan Universal dan Hak Asasi Manusia diikuti subtema Peningkatan Hak dan Akses Pendidikan untuk Semua guna menekan laju epidemis HIV di Indonesia dan tercapainya Tujuan Pembangunan Milenium.
Pada 1 Desember 2010 secara serentak para kepala sekolah akan membacakan amanat Menteri Pendidikan Nasional terkait AIDS yang diharapkan didengarkan oleh lebih dari 50 juta anak, remaja, dan pemuda.
Kamis, 19 Januari 2012
Gantilah Pembalut Setiap 2-4 Jam
Kebersihan organ intim wanita memang harus selalu dijaga kebersihannya, terutama ketika sedang haid. "Ketika haid, kondisi vagina akan semakin lembab, sehingga dapat memicu kontaminasi bakteri. Untuk mencegahnya maka vagina harus selalu bersih," tutur dr Ryan Thamrin, konsultan seks dan kesehatan, dalam acara kampanye "Shine with Charm" di STIE Perbanas, Jakarta Selatan, Selasa (4/10/2011) lalu.
Menurut Ryan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kebersihan vagina:
Jaga vagina agar tetap bersih dan kering. Vagina yang lembab akan meningkatkan pertumbuhan bakteri di sekitar vagina. Vagina harus tetap kering terutama sehabis buang air kecil, buang air besar, menstruasi, atau keputihan. Selain itu, perhatikan juga kebersihan dari air dan gayung yang digunakan. "Lebih baik tampung air dari air yang mengalir dari kran," tukasnya,
Sering-seringlah mengganti pembalut. Rajin-rajinlah untuk mengganti celana dalam, pembalut, ataupun pantyliner. "Idealnya, diganti setiap 2-4 jam sekali," tambahnya. Rentang waktu 2-4 jam sekali ini merupakan waktu normal ketika kita tidak sedang haid. Ketika sedang haid, frekuensi penggantian celana dalam dan pembalut harus lebih sering. Selain itu pilihlah celana dalam, pembalut, ataupun pantyliner yang nyaman dan tidak menimbulkan iritasi di daerah kulit sekitar vagina.
Batasi penggunaan celana jeans. Celana jeans yang terlalu ketat menyebabkan kulit menjadi sulit bernafas. Batasi penggunaan celana jeans ketat, terutama saat haid. Penggunaan celana jeans ketat saat sedang menstruasi membuat kulit di sekitar vagina akan sangat sulit bernafas, sehingga daerah selangkangan akan terasa sangat lembab. Jangan lupa, daerah yang lembab adalah area favorit bakteri. Area tersebut memungkinkan bakteri hidup, dan masuk ke dalam vagina, dan berkembang sebagai kanker.
Konsumsi air putih yang cukup. Vagina sebenarnya memiliki perlindungan alami dari dalam tubuh berupa flora alami vagina. Namun, flora ini akan mati jika asupan gizi dari dalam tubuh berkurang. Konsumsi air putih yang cukup, makanan sehat, dan rutin berolahraga, membantu keseimbangan gizi tubuh dan membuat flora ini akan tumbuh dengan baik.
Perhatikan perilaku masturbasi. Dalam banyak studi kerap diungkapkan bahwa perempuan yang rutin bermasturbasi berpeluang mengalami kehidupan seksual yang lebih memuaskan. Masturbasi secara rutin juga disebut mampu melindungi perempuan dari infeksi serviks dan infeksi saluran kemih (ISK). Namun, pastikan kebersihan tubuh tetap terjaga saat Anda bermasturbasi. Berhati-hatilah dengan tangan Anda, terutama jari yang memiliki kutil. "Kutil mengandung bakteri papilloma yang menyebabkan kanker serviks," tukas Ryan.
Tidak melakukan seks bebas. Berkata "tidak" pada seks bebas akan menghindarkan Anda dari penyakit kelamin. Bila Anda tergolong aktif secara seksual, selalu terapkan seks yang aman dengan tidak berganti-ganti pasangan, dan memastikan pasangan selalu menggunakan kondom saat berhubungan seks.
Rabu, 18 Januari 2012
8 Mitos Seputar Edukasi Seks
Setiap anak muda memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan seks secara akurat dan seimbang, termasuk informasi tentang alat kontrasepsi, misalnya kondom.
Lengkapi dengan penjelasan mengenai pelayanan kesehatan yang profesional, seks yang aman, dan sebagainya. Jangan sampai hak itu terabaikan, gara-gara kita lebih percaya mitos.
Inilah beberapa mitos tentang pendidikan seks yang masih merongrong sebagian besar masyarakat. Mitos ini sebaiknya perlu diluruskan sehingga generasi muda mendapatkan informasi yang tepat dan benar tentang kesehatan reproduksi dan seksual.
1. Mitos: Pendidikan seks hanya perlu diberikan kepada orang yang mau menikah. Fakta: Menurut sebuah penelitian, sikap seperti itu tidak bakal menunda aktivitas seksual di kalangan remaja. Justru pemahaman yang sangat sedikit dan keliru tentang seksualitas memudahkan banyak remaja terjerumus ke dalam perilaku seks tidak sehat.
2. Mitos: Pendidikan seks mendorong para pelajar menjadi aktif secara seksual. Fakta: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengevaluasi 47 program di Amerika Serikat dan beberapa negara lain. Dalam 15 studi, pendidikan seks dan HIV/AIDS menambah aktivitas seksual dan tingkat kehamilan serta infeksi menular seksual. Namun, 17 studi lain menunjukkan, pendidikan seks dan HIV/AIDS menunda aktivitas seksual, mengurangi jumlah pasangan seksual, juga mengurangi tingkat kejadian infeksi menular seksual dan kehamilan yang tak direncanakan.
3. Mitos: Mengajarkan alat kontrasepsi akan mendorong para pelajar aktif secara seksual dan meningkatkan angka kehamilan pada remaja. Fakta: Para ahli yang telah mempelajari isu ini menyimpulkan, pendidikan tentang seks dan HIV/AIDS yang komprehensif, termasuk program ketersediaan kondom, tidak menambah aktivitas seksual, tetapi justru efektif dalam mengurangi perilaku seksual berisiko tinggi di antara para remaja.
4. Mitos: Kerap terjadi kegagalan alat kontrasepsi sehingga kita lebih baik mengajari para remaja untuk bersikap menghindarinya. Fakta: Kontrasepsi modern sangatlah efektif, asalkan memilih jenis yang benar-benar cocok dan digunakan secara benar. Rata-rata kehamilan pada perempuan yang menggunakan suatu jenis pil sekitar 0,03 persen, sementara yang memakai kondom untuk perempuan sekitar 21 persen, dan yang tanpa KB sekitar 85 persen. Bandingkanlah.
5. Mitos: Alat kontrasepsi tidak menangkal HIV dan infeksi menular seksual lainnya. Fakta: Memang hanya kondom yang memberikan perlindungan yang signifikan terhadap penularan infeksi seksual, termasuk HIV. Itu sebabnya para remaja sebaiknya mendapat pendidikan yang benar mengenai kondom.
6. Mitos: Kondom memiliki angka rata-rata kegagalan yang tinggi. Fakta: The National Institutes of Health (TNIH) menjelaskan, kondom sangat efektif untuk menangkal penularan HIV dan mencegah kehamilan. TNIH juga melaporkan, studi laboratorium memperlihatkan bahwa kondom mampu mencegah penyakit akibat infeksi menular seksual yang lain, seperti gonore, klamidia, dan trichomoniasis.
7. Mitos: Kondom tidak dapat melindungi kita dari HPV (Human papillomavirus). Fakta: Kondom memang tidak dapat menangkal infeksi virus pada bagian tubuh yang tidak tertutup kondom. Namun, TNIH melaporkan, penggunaan kondom dapat mengurangi risiko penyakit yang terkait dengan HPV, misalnya kanker serviks. Penyakit jenis ini dapat dicegah dengan penggunaan kondom secara konsisten dan efektif, serta deteksi dini HPV melalui pemeriksaan pap smear.
8 Mitos: Kondom tidak efektif untuk mencegah penularan HIV. Fakta: TNIH mengonfirmasikan bahwa kondom merupakan alat kesehatan masyarakat yang efektif untuk melawan infeksi HIV. Studi lain di Eropa terhadap yang disebut pasangan HIV-serodiscordant (pasangan di mana salah satunya sudah terinfeksi HIV dan yang satu sehat) menunjukkan tidak terjadi penularan pada pasangan yang sehat, di antara 124 pasangan yang menggunakan kondom setiap kali mereka berhubungan seks. Pada pasangan yang tidak secara konsisten menggunakan kondom, sekitar 12 persen terjadi penularan pada pasangan yang sebelumnya tidak terinfeksi
Selasa, 17 Januari 2012
Makin Banyak Gadis Menunda Seks
Kesadaran akan pentingnya hubungan seksual yang sehat dan aman ditengarai menjadi alasan banyak gadis di Amerika Serikat untuk menunda melakukan hubungan seks dengan pasangannya. Survei teranyar menunjukkan, kini semakin banyak remaja di negeri itu yang masih perawan.
Hal itu terungkap dari hasil survei yang dipublikasikan The Center for Disease Control and Prevention's National Center for Health Statistics, berdasarkan wawancara yang dilakukan pada tahun 2006-2008 terhadap 13.500 pria dan wanita berusia 15-44 tahun.
Survei menunjukkan, tidak kurang dari 27 persen pria berusia 15-24 tahun belum pernah melakukan kontak seksual, baik itu lewat oral, vaginal, atau anal, dengan orang lain. Pada wanita jumlahnya mencapai 29 persen, naik dari studi yang sama tahun sebelumnya yang hanya 22 persen.
Jumlah orang yang masih gadis dan perjaka paling banyak terdapat pada kelompok usia 15-19 tahun. Sementara, orang dari kelompok usia 25-44 tahun yang disurvei mengaku sudah berhubungan seksual.
Sekitar 98 persen wanita dan 97 persen pria mengaku sudah melakukan intercourse melalui vagina, 89 persen wanita dan 90 persen pria pernah melakukan seks oral dengan pasangan berlainan jenis, dan 36 persen wanita dan 44 persen pria melakukan seks melalui anal dengan pasangan heteroseksual.
Persentase yang hampir sama juga terlihat pada pria dan wanita, baik yang teridentifikasi heteroseksual atau homoseksual. Namun, wanita tiga kali lebih besar dibanding pria untuk menjadi biseksual.
Wanita berusia 15-44 tahun dua kali lebih tinggi jumlahnya dibanding pria yang melakukan hubungan dengan sesama jenis. Diperkirakan, 12,5 persen wanita pernah berhubungan seks dengan sesama jenis paling tidak satu kali, dibandingkan dengan pria yang hanya 5,2 persen.
Menurut Anjani Chandra, peneliti kesehatan yang melakukan riset ini, kecenderungan homoseksual pada wanita ini bukan cuma terlihat pada mahasiswi. "Pada kelompok yang berpendidikan atau tidak, kecenderungannya sama saja," katanya.
Minggu, 15 Januari 2012
Edukasi Seks Sebaiknya Sejak Anak Dalam Kandungan
Psikolog dari Unika Soegijapranata Semarang Dwi Yanny Lukitaningsih menyatakan, pendidikan seks dapat dimulai sejak anak dalam kandungan melalui pola hidup dan perilaku seks yang tidak berlebihan dari kedua orangtuanya.
"Aktivitas seksual ketika istri sedang hamil muda harus dikontrol, jangan terlalu berlebihan ataupun ditekan, mengingat gairah seks ibu hamil muda cukup besar," ujarnya ketika memberikan pendidikan seksual di hadapan siswa SMP Keluarga, Kudus.
Menurut dia, aktivitas seksual kedua orangtuanya sangat berpengaruh terhadap psikologis anak ketika nanti lahir. "Jika selama dalam kandungan pola hidup kedua orangtuanya teratur dan tidak berlebihan, anaknya tentu memiliki kepribadian yang lebih baik dibandingkan perilaku orangtua yang pola hidupnya tidak teratur dan cenderung berlebihan," ujarnya.
Untuk itu, kata dia, pola hidup kedua orangtua harus dijaga dan dibiasakan sejak anak masih dalam kandungan. Ini perlu dilakukan karena sebagian besar psikologis anak saat dewasa dipengaruhi oleh sikap kedua orangtuanya.
Selain itu, lanjut dia, selama kehamilan, jangan pernah menggunjingkan orang lain atau mengumpat. Saat anak mengalami pertumbuhan, kata dia, orangtua harus tetap memerhatikan perkembangan kejiwaan anaknya dan jangan dibiarkan berperilaku sesukanya agar tumbuh sebagai pribadi yang berkualitas dan tidak berperilaku menyimpang.
Menurut dia, pendidikan seksual bagi pelajar harus diutamakan pada dampak negatif dari pasangan yang melakukan seks di luar nikah, seperti penyakit kelamin hingga kehamilan di luar nikah.
"Untuk menjaga anak agar tidak berperilaku seks menyimpang, tentu dibutuhkan peran keluarga dan lingkungan sekitar dalam memberikan pembelajaran yang positif," ujarnya.
Sementara itu, Presiden Rotary Club Kudus Stefanus JJ Batihalim mengungkapkan, pendidikan seks bagi pelajar tidak hanya dilakukan di SMP Keluarga. Sekolah lain juga akan diajak kerja sama melakukan kegiatan serupa.
"Setiap anak muda tentunya memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan seks secara akurat dan seimbang," ujarnya.
Dengan adanya pendidikan seks tersebut, para pelajar diharapkan memahami dan mengerti peran jenis kelaminnya. "Paling tidak, perilaku seks menyimpang hingga menimbulkan kehamilan di luar nikah juga bisa dicegah karena mengetahui dampak buruknya," ujarnya.
Sabtu, 14 Januari 2012
Ajari Si Kecil Mengenal Bahaya HIV/AIDS
Sekitar tiga juta remaja mengalami kontak setiap tahunnya dengan penyakit menular seksual (PMS) termasuk HIV. Bayangkan jika di antara mereka ada anak-anak kita. Mengetahui bagaimana cara berkomunikasi yang baik dengan mereka untuk membicarakan mengenai HIV bisa membantu mengurangi angka tersebut dan tentu saja membantu mereka untuk mengambil keputusan yang benar.
Berikut tips-tips untuk mengajak mereka berbicara dari hati ke hati mengenai HIV. Tingkat kesulitannya memang besar dan waktu yang diperlukan tidak bisa terukur alias selama masih diperlukan, kita akan terus mengajak mereka untuk lebih mengenal bahaya HIV.
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengingat bahwa sebelum semua percakapan dimulai, Anda sendiri harus mengetahui informasi seperti apa yang mau disampaikan kepada mereka dan bagaimana cara menyampaikannya. Intinya, Anda harus mengetahui segala detail mengenai HIV/AIDS dan carilah kebenaran dari setiap pernyataan di dalamnya.
Lalu, bagaimana mengetahui informasi yang baik mengenai HIV/AIDS? Mudah, carilah informasi mengenai hal tersebut di internet dari situs web yang terpercaya, jangan lupa untuk mencari dari situs web pemerintah yang menyediakan edukasi HIV. Anda juga bisa menambahkan informasi dari situs web yang bisa dipercaya. Jika Anda merasa internet kurang banyak menyediakan info, silakan cari di buku-buku mengenai HIV/AIDS atau buku medis.
Sebagai langkah pendekatan terhadap buah hati, pilihlah waktu yang santai dan nyaman, misalnya saat mengerjakan pekerjaan rumah bersama atau membaca majalah bersama. Ungkapkan perasaan Anda dan biarkan mereka mengungkapkan apa yang mereka rasakan.
Hindari nada yang berkesan menasihati atau menggurui. Ajak mereka berbicara seperti layaknya kepada teman. Jika Anda merasa telah menyampaikan kalimat yang cukup panjang dan lama, tanyakan pada mereka bagaimana pendapat mereka terhadap pernyataan Anda, biarkan mereka mengungkapkan semua yang mereka rasakan dan cobalah untuk mengerti dari sudut pandang mereka meskipun akan sangat sulit bagi Anda untuk memosisikan sebagai mereka.
Cobalah untuk bertanya kepada mereka bagaimana pendapat mereka mengenai seks dan berikan mereka bahan atau situs web yang menyediakan informasi yang cukup bisa dimengerti oleh seorang anak. Dengan ini anak bisa belajar dengan privat dan mungkin mereka akan lebih merasa nyaman dibandingkan harus berbicara dengan orangtuanya.
Sebagai tips, sesuaikan tutur bahasa dan cara bicara Anda saat bicara dengan anak Anda sesuai dengan umur mereka. Persiapkanlah diri Anda dari kemungkinan mendengar pertanyaan atau bahkan pernyataan tentang seks dan hubungan seksual.
Kamis, 12 Januari 2012
Pendidikan Seks Untuk Anak Autis
Gangguan perkembangan, terutama dalam berkomunikasi, berinteraksi sosial dan berperilaku, yang dialami oleh anak-anak autis membuat kebanyakan orangtua lebih fokus untuk meningkatkan kemampuan anak dalam berkomunikasi dan bidang akademik lainnya.
Padahal, anak-anak berkebutuhan khusus juga akan berkembang menjadi seorang remaja, mengalami masa puber, dan tertarik pada hal-hal yang berbau seksualitas. Itu sebabnya anak-anak autis tetap perlu mendapatkan pendidikan seks sejak dini.
Sementara itu, kebanyakan orangtua sering kali menghindari diskusi masalah seks dengan anak autis. Padahal, seorang remaja autis tidak punya pengetahuan yang cukup untuk mengerti soal seks karena keterbatasan kemampuan motorik dan perilaku.
Itu sebabnya banyak anak autis punya masalah dalam hal seksualitas, misalnya kebiasaan memegang kemaluan atau menyentuh bagian privat tubuh orang lain.
"Masalah-masalah tersebut biasanya baru disadari orangtua saat sudah menjadi masalah besar, misalnya anak terbiasa melakukannya di tempat umum. Ini karena orangtua tidak mencermati atau mengabaikan perilaku seks anaknya," ungkap Dra Dini Oktaufik, praktisi terapi perilaku.
Dini menuturkan, seorang anak autis juga bisa berkembang layaknya seorang anak normal, baik fisik maupun hormonal. "Mereka juga akan mengalami perkembangan seksual dan punya dorongan yang sama seperti remaja normal," ungkapnya.
Perlu dilatih
Tidak mudah memang mengajarkan seksualitas kepada anak berkebutuhan khusus seperti anak autis. Namun, bila diajarkan sesuai dengan tingkat pemahaman anak dan dilakukan secara berulang-ulang, maa anak akan mengerti.
"Seks adalah sesuatu yang alamiah dan dorongan ini dimiliki semua manusia. Tak perlu kaget jika anak masturbasi karena itu dorongan naluri. Yang penting, ajarkan anak agar tidak melakukannya di sembarang tempat," ungkap Dini di acara Tanya Jawab Autisme yang diadakan oleh Masyarakat Peduli Autis Indonesia (Mpati) di Jakarta, Sabtu (3/4/2010).
Dini menambahkan, sebelum mengajarkan hal-hal yang lebih rumit, seperti perubahan hormonal, yang pertama perlu dimiliki adalah kepatuhan anak. Misalnya, mengajari tentang penggunaan toilet, kebersihan badan, dan rasa malu.
"Anak juga perlu memahami privasi dan bagian-bagian tubuhnya sendiri. Apa yang tidak boleh dipandang ketika berbicara dengan orang lain, serta sentuhan yang boleh dan tidak boleh dilakukan orang lain," paparnya. Untuk anak perempuan, ajarkan mengenai kebersihan saat menstruasi.
Sikap orangtua dan terapis terhadap seksualitas akan memengaruhi pemahaman anak terhadap seks. Untuk itu, Dini menyarankan agar pertama-tama orangtua dan terapis menghilangkan pikiran tabu mengenai seks. "Kita tidak cukup mengasuh anak, tapi juga harus mendidiknya menjadi individu yang mandiri," katanya.
Rabu, 11 Januari 2012
Bahaya Alkohol Kalahkan Kokain dan Heroin......
Sebuah penelitian menyebutkan, alkohol tenyata menimbulkan dampak yang lebih buruk dibandingkan dengan dua jenis zat berbahaya lainnya, seperti heroin dan kokain.
Seperti yang dipublikasikan dalam jurnal the Lancet, pakar obat-obatan di Inggris yang tergabung dalam Independent Scientific Committee on Drugs (ISCD) memperkenalkan suatu metode baru dalam mengukur dampak buruk obat-obatan terlarang, baik terhadap individu maupun masyarakat.
Dalam laporan penelitiannya, Profesor David Nutt dari Imperial College London menganalisa bahwa alkohol layak disebut sebagai zat paling merusak di dunia setelah memperhitungkan dampaknya tarhadap individu dan sosial. Setelah alkohol, zat lainnya yang paling merusak adalah heroin dan kokain. Adapun ekstasi menempati peringkat kedelapan.
Profesor Nutt menulis laporan studi itu bersama pakar lain, seperti Dr Leslie King, penasihat European Monitoring Centre for Drugs and Drug Addiction (EMCDDA), dan Dr Lawrence Phillips dari London School of Economics and Political Science.
Dalam metode baru itu, Profesor Nutt menggunakan metode yang disebut multicriteria decision analysis (MCDA). Dalam metode itu dibuat sembilan kriteria dampak buruk bagi individu, serta tujuh kategori efek buruk untuk masyarakat.
Kategori dampak buruk bagi individu misalnya kematian, buruknya kualitas kesehatan, gangguan fungsi mental, rusaknya persahabatan, dan cedera. Adapun kategori dampak buruk bagi sosial seperti kejahatan, kerusaka lingkungan, konflik keluarga, dan penurunan dalam keterlibatan komunitas.
Heroin, kokain, dan crystal meth tercatat sebagai zat yang paling membahayakan bagi individu, sedangkan alkohol, heroin, dan kokain adalah zat yang paling merugikan bagi sosial.
Namun, setelah diperhitungkan dampaknya bagi individu dan masyarakat secara keseluruhan, alkohol tercatat tiga kali lebih membahayakan ketimbang kokain ataupun tembakau.
Badan Kesehatan Dunia, WHO, memperkirakan bahwa risiko yang berkaitan dengan penggunaan alkohol menyebabkan 2,5 juta kematian setiap tahunnya akibat penyakit jantung liver, kecelakaan lalu lintas, bunuh diri, dan kanker. Angka ini menyumbang 3,8 persen total kematian dan menempati peringkat tiga pemicu risiko kematian prematur dan kecacatan di dunia.
Senin, 09 Januari 2012
Ketagihan Onani, Apa Dampaknya ???
Onani merupakan salah satu perilaku seksual yang sering dilakukan bila seseorang tidak mampu menahan dorongan seksualnya. Karena kurangnya informasi, ada banyak mitos salah yang beredar mengenai onani dan masturbasi. Salah satunya menyebutkan bahwa perilaku seksual ini menyebabkan kemandulan.
Apabila onani menjadi kebiasaan dan dilakukan cukup sering, maka hal itu memang akan berakibat pada kemandulan sementara. Menurut dr Maya Trisiswati, agar dapat membuahi sel telur, sel sperma perlu dimatangkan terlebih dahulu.
"Butuh 72 jam bagi sel sperma untuk matang. Jika sering-sering dikeluarkan lewat onani, maka spermanya tidak bisa matang dan tidak bisa membuahi," kata dokter yang menjadi Kadiv Akses dan Layanan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia.
Karena itu, bagi pasangan yang sedang merencanakan kehamilan, sebaiknya onani ataupun hubungan seksual sebaiknya tidak dilakukan setiap hari supaya sel sperma bisa matang.
Ia menambahkan, secara medis tidak ada dampak buruk dari melakukan onani. "Sepanjang dilakukan dengan tangan yang bersih dan tanpa alat, boleh-boleh saja melakukan onani atau masturbasi. Ini lebih sehat daripada berganti-ganti pasangan," urainya dalam sebuah acara lokakarya mengenai kesehatan seksual dan reproduksi, beberapa waktu lalu di Bandung.
Meski tidak berdampak secara medis, dr Maya mengingatkan dampak psikologis dari kebiasaan melakukan onani. Bila menjadi kebiasaan dan kemudian ketergantungan, perilaku ini bisa memengaruhi perkembangan otak. "Yang akan berkembang pesat adalah otak yang mengarah pada kesenangan sehingga bisa mengarah pada perilaku obsesif kompulsif," katanya.
Terlalu sering melakukan onani atau masturbasi juga menunjukkan ketidakmampuan kita mengendalikan dorongan seksual, yang berarti pikiran kita lebih banyak dipenuhi oleh hal-hal yang bersifat erotis.
Pornografi Merusak Otak Anak
Kompas...Pornografi menjadi keprihatinan para orangtua. Betapa tidak? Kecanggihan teknologi seperti internet, bahkan telepon seluler berperangkat multimedia, membuat pornografi dengan mudah berada dalam genggaman tangan dan masuk ruang pribadi anak. Keprihatinan tersebut tidak berlebihan mengingat pornografi menimbulkan kerusakan.
Sejauh mana pornografi mengganggu otak anak? Kepala Subbidang Pemeliharaan dan Peningkatan Kemampuan Intelegensia Anak Kementerian Kesehatan yang juga meneliti tentang itu, Gunawan Bambang, mencatat, ada dua sistem dalam otak manusia, yakni responder (pada sistem limbik) dan director (bagian otak depan atau prefrontal cortex/PFC).
Sistem direktori (director) terkait dengan kemampuan berpikir rasional. PFC, antara lain, bertanggung jawab dalam pengambilan keputusan, menentukan prioritas, menimbang risiko, kemampuan penilaian, dan analisis. Namun, PFC belum sepenuhnya berkembang pada masa remaja. Bagian itu baru sepenuhnya berkembang saat seseorang mencapai usia 24-25 tahun.
Sementara sistem limbik yang berada di perbatasan dengan struktur di sekeliling regio basal serebrum bertanggung jawab, antara lain, mengatur perilaku, hasrat, emosi, memori, motivasi, dan homeostasis.
Sistem responder antara lain mengajak seseorang untuk senang, memuaskan diri, dan merasakan kenikmatan. "Bagi anak, stimulasi sangat mudah karena anak dominan belajar dengan melihat ketimbang rangsang berpikir. Itu pula yang membuat anak sulit membedakan antara fakta dan fantasi serta tindakan yang boleh dan tidak boleh," ujar Gunawan, akhir pekan lalu.
Saat seorang anak menyaksikan materi pornografi, sistem responder lebih banyak berperan dan jauh lebih besar peluang berkembangnya. Hal itu karena pornografi lebih ke arah kesenangan, sedangkan otak depan masih kurang berkembang. Dalam pembuatan keputusan pada otak anak terkait pornografi bisa diibaratkan pertarungan antara sistem responder dan direktori yang belum komplet berkembang.
Dalam sebuah seminar internasional dan pelatihan bertajuk "Penanggulangan Adiksi Pornografi; Meningkatkan Kesadaran Masyarakat untuk Memelihara Kesehatan Otak dari Bahaya Pornografi", pakar adiksi pornografi dari Amerika, Mark Kastleman, mengungkapkan, stimulasi oleh pornografi merangsang pelepasan hormon dopamin dan endorfin. Jumlah reseptor di dalam otak juga terus bertambah yang dapat menggiring seseorang menjadi kecanduan.
Kedua bahan kimia otak itu menimbulkan perasaan senang dan lebih baik melalui repetisi dan stimulasi neurotransmiter. Jika paparan pornografi diteruskan, otak akan membutuhkan dopamin semakin besar guna mempertahankan kadar rasa senang yang sama. "Sama saja dengan adiksi lain, seperti alkohol dan heroin. Mereka menjadi mengidamkan kembali perasaan itu. Keadaan normal (tanpa pornografi) membuat mereka 'sakau' dan depresi. Biasanya mereka merasa malu dan bersalah sehingga ingin berhenti tetapi tidak bisa," ujarnya.
Dopamin dan endorfin akan sangat bermanfaat untuk membuat orang sehat dan menjalankan hidup dengan lebih baik saat normal. Namun, terkait pornografi, otak mengalami rangsangan berlebihan. Otak tak bekerja dengan normal dan tidak dapat merespons lagi, akibatnya otak mengecil. Pada anak dan remaja yang bagian otak logikanya belum berkembang, pornografi akan sangat berpengaruh dan rentan menyebabkan adiksi (kecanduan) serta merusak tumbuh kembang otak anak.
Tanda tanda
Dalam sebuah seminar yang sama, Randall F Hyde PhD dari Department of Clinical Psychology, Brigham Young University, Amerika, mengatakan, terdapat perubahan-perubahan pada anak yang mengalami masalah dengan pornografi. Tanda-tanda adanya pornografi dalam kehidupan anak antara lain anak menjadi depresi, mudah tersinggung, menarik diri, dalam berbahasa menjadi lebih mengarah pada seks, dan mengisolasi diri.
Randall mengatakan, dapat dikatakan seseorang kecanduan jika seks atau pornografi menjadi faktor menentukan untuk membentuk hidup seseorang. Adiksi terjadi jika kebutuhan itu harus dipenuhi secara reguler dan pengurangan tak lagi dapat ditoleransi. Orang adiksi tak dapat merasakan kesenangan normal dan harus mendapatkan "candu"-nya agar dapat senang kembali. "Saat itu, seseorang ingin berhenti, tetapi tidak bisa," ujarnya.
Namun, menurut Randall, kecanduan pornografi dan keseimbangan fungsi otak dapat dipulihkan melalui berbagai terapi dan biasanya tidak dibutuhkan obat-obatan. "Berbeda dengan kecanduan narkotika yang bersifat toksik sehingga racun harus dikeluarkan dari tubuh," ujarnya.
Mark berpendapat senada, pada dasarnya otak dapat dibentuk dan berubah (neuro-plastic). Orang yang sudah kecanduan pornografi biasanya merasa cuma ada dua pilihan, yakni melawan keinginan itu atau menyerah pada pornografi. Kedua cara itu tidak efektif dan membuat mereka justru semakin terjebak.
Adiksi merupakan gejala permukaan. Harus dipelajari pemicu yang berasal dari lingkungan dan emosi. Setelah pemicu tersebut diketahui dan dapat dikontrol, orang itu dapat mulai menggali permasalahan yang lebih dalam, seperti citra diri, perawatan diri, masalah relasi, dan memotivasi kerja sistem responder otak antara lain dengan mencari aktivitas pengganti lebih baik guna mengalihkan diri dari godaan.
Guna menangkal pornografi, pendidikan dan pola asuh juga sangat berpengaruh untuk melatih sistem direktori anak agar memahami kesehatan seksual, batasan-batasan, akuntabilitas, dan keamanan. Di sisi lain, kebutuhan sistem responder juga perlu dipenuhi agar anak tidak mendapatkannya dari tempat lain, termasuk pornografi.
Kebutuhan ini dapat dipenuhi, antara lain, dengan koneksi dan relasi yang baik antara individu dan orang lain sekitarnya. Perlu juga disediakan outlet kesenangan yang positif, pengalaman yang kaya, dan yang menyenangkan bagi anak.
Sabtu, 07 Januari 2012
Tanda-tanda Anak Mulai Puber
Kompas.com - Pubertas atau puber merupakan masa peralihan dari anak menjadi dewasa dikaitkan dengan kematangan seksual. Anak-anak yang menginjak usia pubertas biasanya akan mengalami perubahan pada bentuk dan ukuran tubuhnya.
Menstruasi pada anak perempuan bukan awal pubertas, tapi akhir dari pubertas
Menstruasi pada anak perempuan bukan awal pubertas, tapi akhir dari pubertas
Masa awal pubertas bervariasi antara anak yang satu dengan yang lainnya, pada anak perempuan dimulai di usia 8-14 tahun dan pada anak laki-laki dimulai antara usia 12-16 tahun. Pada masa ini, pertumbuhan dan perkembangan berlangsung dengan cepat.
Pubertas muncul karena tubuh mulai memproduksi hormon-hormon seksual, sehingga alat reproduksi telah berfungsi dan tubuh pun mengalami perubahan.
Menurut dr.Aditya Suryansyah, Sp.A, penulis buku Panik Saat Puber? Say No, masa awal pubertas dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti etnis, keadaan sosial, aktivitas, gizi dan juga ada tidaknya penyakit yang diderita.
"Anak-anak yang hidup di perkotaan biasanya puber lebih cepat dibanding yang tinggal di pedesaan. Faktor gizi dan aktivitas anak juga berpengaruh, misalnya anak yang aktivitas fisiknya tinggi seperti para atlet biasanya pubertasnya agak terlambat," katanya.
Pada anak perempuan, awal pubertas diawali dengan perubahan pada payudara yang terlihat mulai membesar dengan aerola yang melebar. Remaja putri yang mulai puber biasanya tampak lebih besar secara fisik dibanding anak lain yang sebaya.
Dua tahun setelah dimulainya proses perubahan pada payudara, anak akan mengalami menstruasi. "Menstruasi pada anak perempuan bukan awal pubertas, tapi akhir dari pubertas. Setelah mens organ reproduksi anak sudah bisa berfungsi yang berarti anak sudah bisa hamil meski secara psikologis belum siap," kata dr.Adit.
Sementara itu pada anak laki-laki, pubertas diawali dengan pembesaran testis, pertumbuhan penis, tumbuhnya rambut pubis serta perubahan suara. Mimpi basah pada anak laki-laki biasanya terjadi dua tahun setelah proses pubertas.
Selama masa pubertas, tubuh sangat giat menghasilkan hormon pertumbuhan. Kegiatan hormon ini menghasilkan minyak yang menutupi pori-pori dan bercampur dengan bakteri yang kemudian menyebabkan jerawat. Keadaan ini bisa berlangsung beberapa tahun selama masa remaja.
Walaupun pubertas adalah proses yang alamiah, tapi tidak semua remaja dan orangtua siap menghadapi fase ini. "Banyak yang merasa panik karena tidak mengerti dengan perubahan yang dialaminya, di lain pihak anak juga bingung harus mengadu kepada siapa karena malu bertanya pada orangtuanya," katanya.
Karenan kurang lancarnya komunikasi antara anak dan orangtua, kebanyakan remaja mencari informasi dari teman sebanyanya. Padahal, informasi tersebut seringkali keliru. Louisa Maspaitella, M.Psi, psikolog, menyarankan agar orangtua memantau tanda-tanda pubertas pada anak.
"Orangtua sebaiknya membekali diri dengan informasi sehingga bisa memberi penjelasan yang benar pada anak seputar masalah pubertas. Jangan malah menakut-nakuti atau menutupi karena merasa tabu berbicara mengenai seks pada anak," katanya.
Jumat, 06 Januari 2012
Rokok Bisa Membunuh 8 Juta Orang per Tahun
Kompas.com - Rokok diperkirakan membunuh 6 juta orang tahun ini, termasuk 600.000 perokok pasif, karena pemerintah tidak melakukan upaya berarti untuk mengajak orang berhenti merokok. Demikian keprihatinan yang disampaikan organisasi kesehatan dunia (WHO), Selasa (31/5).
Seperti diketahui dampak rokok pada kesehatan tidak seketika, namun butuh beberapa tahun baru terlihat sejak pertama merokok, karena itu WHO mengatakan epidemi penyakit dan kematian akibat rokok baru saja dimulai. Di tahun 2030, angka kematian akibat rokok bisa mencapai 8 juta orang per tahun.
PBB juga telah mendesak agar lebih banyak negara yang menandatangani dan melaksanakan perjanjian pengendalian tembakau. Bila usaha-usaha pengendalian tembakau tidak dilakukan dikhawatirkan kematian akibat rokok akan menyebabkan jutaan kematian di abad-21, dan peningkatkan dramatis dari 100 juta di abad sebelumnya.
Saat ini baru 172 negara dan Uni Eropa yang menandatangani WHO Framework Convention on Tobacco Control (FCTC), yang digagas tahun 2005 dan mewajibkan negara untuk mengambil langkah untuk membatasi jumlah perokok, membatasi paparan pada perokok pasif, serta pembatasan iklan dan promosi rokok. Indonesia termasuk negara yang belum meratifikasi FCTC.
WHO mencatat adanya tindakan-tindakan tegas dari beberapa negara untuk membatasi jumlah perokok, misalnya di Uruguai kini 80 persen kemasan rokok bergambar peringatan bahaya rokok dan di China pemerintahnya baru saja mengeluarkan larangan merokok di tempat umum seperti restoran dan bar.
Walau FCTC bisa menjadi alat untuk mengendalikan tembakau, masih banyak hal yang harus dilakukan. "Tidak cukup hanya dengan meratifikasi FCTC. Tiap negara harus menguatkan kebijakan dan secara tegas melakukannya," kata Margaret Chan, direktur general WHO.
Rokok akan membunuh separuh dari penggunanya dan oleh WHO disebut sebagai ancaman terbesar kesehatan publik yang dihadapi dunia. Rokok memicu kanker paru dan penyakit pernapasan kronik. Rokok juga menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular, pembunuh utama di dunia.
WHO juga mengatakan merokok menyebabkan epidemi penyakit tidak menular atau penyakit kronik seperti serangan jantung, stroke, dan kanker, yang menyumbang 63 persen kematian di seluruh dunia dan 80 persennya terjadi di negara miskin.
Rabu, 04 Januari 2012
Kasus AIDS Tertinggi di Jawa Timur

Kompas.com - Kasus AIDS di Jawa Timur menjadi yang tertinggi di Indonesia tahun 2011, melampui Papua dan DKI Jakarta. Demikian data yang dirilis Kementerian Kesehatan dari 10 provinsi dengan kumulatif kasus AIDS terbanyak sampai dengan September 2011.
"Dari angka prevalensi Jatim jauh lebih rendah dari Papua. Tapi angka kumulatifnya lebih tinggi," kata dr. H.M Subuh, Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit Menular Langsung (PPML), saat temu media di Gedung Kementerian Kesehatan, Jumat, (25/11/2011).
Data menunjukkan, mulai Januari-September 2011 jumlah penderita AIDS di Jatim sebanyak 4318 orang, Papua 4005 orang, dan DKI Jakarta 3998 orang.
Menurut Subuh, faktor ketidaktahuan terkait penularan virus HIV masih menjadi masalah besar yang harus dibenahi karena masih banyak masyarakat yang belum tahu bagaimana penularan virus HIV.
"Pengetahuan itu tidak selalu identik dengan tingkat pendidikan. Misalnya seseorang yang berpendidikan rendah tapi dia lebih rajin pergi ke posyandu, dia akan lebih tahu bagaimana proses penularan HIV ketimbang mereka yang punya pendidikan tinggi," katanya.
Subuh mengatakan, prevalensi jumlah penderita HIV di Indonesia saat ini sudah menunjukkan tren positif ketimbang tahun-tahun sebelumnya. Meski begitu, perlu tetap dilakukan upaya sosialisasi yang lebih komprehensif terutama soal penggunaan kondom dan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang HIV/AIDS.
"Prevaleni HIV/AIDS saat ini 0,2 persen sedangkan sasaran MDGs dibawah 0,5 persen. Makin tinggi tingkat pengetahuan bagaimana cara penularan HIV, makin tahu bagaimana pencegahannya," tegasnya.
Ia mengatakan, selain persoalan medis, masalah sosial menjadi hambatan dalam penanggulangan HIV/AIDS, terutama yang berkaitan dengan stigma dan diskriminasi. "Masih banyak stigma dimasyarakat yang menganggap bahwa HIV/ADIS sebagai penyakit kutukan, akibat tindakan amoral," paparnya.
Sikap dan tindakan stigma serta diskriminasi tersebut tidak akan menguntungkan dalam upaya penanggulangan HIV/AIDS. Sebaliknya akan merugikan dalam rangka pencegahan dan penanggulangan secara keseluruhan.
"Diskriminasi dan stigma muncul karena ketidaktahuan. Kita harus punya prinsip bahwa yang kita musuhi dan hindari adalah virusnya bukan orangnya," tandasnya.
Pornografi Merusak Otak Anak
Pornografi menjadi keprihatinan para orangtua. Betapa tidak? Kecanggihan teknologi seperti internet, bahkan telepon seluler berperangkat multimedia, membuat pornografi dengan mudah berada dalam genggaman tangan dan masuk ruang pribadi anak. Keprihatinan tersebut tidak berlebihan mengingat pornografi menimbulkan kerusakan.
Sejauh mana pornografi mengganggu otak anak? Kepala Subbidang Pemeliharaan dan Peningkatan Kemampuan Intelegensia Anak Kementerian Kesehatan yang juga meneliti tentang itu, Gunawan Bambang, mencatat, ada dua sistem dalam otak manusia, yakni responder (pada sistem limbik) dan director (bagian otak depan atau prefrontal cortex/PFC).
Sistem direktori (director) terkait dengan kemampuan berpikir rasional. PFC, antara lain, bertanggung jawab dalam pengambilan keputusan, menentukan prioritas, menimbang risiko, kemampuan penilaian, dan analisis. Namun, PFC belum sepenuhnya berkembang pada masa remaja. Bagian itu baru sepenuhnya berkembang saat seseorang mencapai usia 24-25 tahun.
Sementara sistem limbik yang berada di perbatasan dengan struktur di sekeliling regio basal serebrum bertanggung jawab, antara lain, mengatur perilaku, hasrat, emosi, memori, motivasi, dan homeostasis.
Sistem responder antara lain mengajak seseorang untuk senang, memuaskan diri, dan merasakan kenikmatan. "Bagi anak, stimulasi sangat mudah karena anak dominan belajar dengan melihat ketimbang rangsang berpikir. Itu pula yang membuat anak sulit membedakan antara fakta dan fantasi serta tindakan yang boleh dan tidak boleh," ujar Gunawan, akhir pekan lalu.
Saat seorang anak menyaksikan materi pornografi, sistem responder lebih banyak berperan dan jauh lebih besar peluang berkembangnya. Hal itu karena pornografi lebih ke arah kesenangan, sedangkan otak depan masih kurang berkembang. Dalam pembuatan keputusan pada otak anak terkait pornografi bisa diibaratkan pertarungan antara sistem responder dan direktori yang belum komplet berkembang.
Dalam sebuah seminar internasional dan pelatihan bertajuk "Penanggulangan Adiksi Pornografi; Meningkatkan Kesadaran Masyarakat untuk Memelihara Kesehatan Otak dari Bahaya Pornografi", pakar adiksi pornografi dari Amerika, Mark Kastleman, mengungkapkan, stimulasi oleh pornografi merangsang pelepasan hormon dopamin dan endorfin. Jumlah reseptor di dalam otak juga terus bertambah yang dapat menggiring seseorang menjadi kecanduan.
Kedua bahan kimia otak itu menimbulkan perasaan senang dan lebih baik melalui repetisi dan stimulasi neurotransmiter. Jika paparan pornografi diteruskan, otak akan membutuhkan dopamin semakin besar guna mempertahankan kadar rasa senang yang sama. "Sama saja dengan adiksi lain, seperti alkohol dan heroin. Mereka menjadi mengidamkan kembali perasaan itu. Keadaan normal (tanpa pornografi) membuat mereka 'sakau' dan depresi. Biasanya mereka merasa malu dan bersalah sehingga ingin berhenti tetapi tidak bisa," ujarnya.
Dopamin dan endorfin akan sangat bermanfaat untuk membuat orang sehat dan menjalankan hidup dengan lebih baik saat normal. Namun, terkait pornografi, otak mengalami rangsangan berlebihan. Otak tak bekerja dengan normal dan tidak dapat merespons lagi, akibatnya otak mengecil. Pada anak dan remaja yang bagian otak logikanya belum berkembang, pornografi akan sangat berpengaruh dan rentan menyebabkan adiksi (kecanduan) serta merusak tumbuh kembang otak anak.
Tanda tanda
Dalam sebuah seminar yang sama, Randall F Hyde PhD dari Department of Clinical Psychology, Brigham Young University, Amerika, mengatakan, terdapat perubahan-perubahan pada anak yang mengalami masalah dengan pornografi. Tanda-tanda adanya pornografi dalam kehidupan anak antara lain anak menjadi depresi, mudah tersinggung, menarik diri, dalam berbahasa menjadi lebih mengarah pada seks, dan mengisolasi diri.
Randall mengatakan, dapat dikatakan seseorang kecanduan jika seks atau pornografi menjadi faktor menentukan untuk membentuk hidup seseorang. Adiksi terjadi jika kebutuhan itu harus dipenuhi secara reguler dan pengurangan tak lagi dapat ditoleransi. Orang adiksi tak dapat merasakan kesenangan normal dan harus mendapatkan "candu"-nya agar dapat senang kembali. "Saat itu, seseorang ingin berhenti, tetapi tidak bisa," ujarnya.
Namun, menurut Randall, kecanduan pornografi dan keseimbangan fungsi otak dapat dipulihkan melalui berbagai terapi dan biasanya tidak dibutuhkan obat-obatan. "Berbeda dengan kecanduan narkotika yang bersifat toksik sehingga racun harus dikeluarkan dari tubuh," ujarnya.
Mark berpendapat senada, pada dasarnya otak dapat dibentuk dan berubah (neuro-plastic). Orang yang sudah kecanduan pornografi biasanya merasa cuma ada dua pilihan, yakni melawan keinginan itu atau menyerah pada pornografi. Kedua cara itu tidak efektif dan membuat mereka justru semakin terjebak.
Adiksi merupakan gejala permukaan. Harus dipelajari pemicu yang berasal dari lingkungan dan emosi. Setelah pemicu tersebut diketahui dan dapat dikontrol, orang itu dapat mulai menggali permasalahan yang lebih dalam, seperti citra diri, perawatan diri, masalah relasi, dan memotivasi kerja sistem responder otak antara lain dengan mencari aktivitas pengganti lebih baik guna mengalihkan diri dari godaan.
Guna menangkal pornografi, pendidikan dan pola asuh juga sangat berpengaruh untuk melatih sistem direktori anak agar memahami kesehatan seksual, batasan-batasan, akuntabilitas, dan keamanan. Di sisi lain, kebutuhan sistem responder juga perlu dipenuhi agar anak tidak mendapatkannya dari tempat lain, termasuk pornografi.
Kebutuhan ini dapat dipenuhi, antara lain, dengan koneksi dan relasi yang baik antara individu dan orang lain sekitarnya. Perlu juga disediakan outlet kesenangan yang positif, pengalaman yang kaya, dan yang menyenangkan bagi anak.
Langganan:
Komentar (Atom)







